Resesi Perekonomian Indonesia

Resesi Perekonomian Indonesia

Resesi merupakan penurunan kualitas perekonomian suatu negara dan berdampak pada menurunya PDB selama beberapa bulan. Produk domestic Bruto atau PDB sendiri merupakan harga atau nilai pasar barang atau jasa secara keseluruhan yang dijalankan oleh negara dalam periode tertentu. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi suatu negara mengalami yang namanya resesi, seperti tingkat pengangguran yang berlebihan, merununya pendapatana dari jasa atau penjualan, impor barang dari luar negeri yang berlebihan. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya resesi di Indonesia yaitu pandemic covid 19, yang memaksa masyarakat untuk menjalani kebijakan dan protocol kesehatan dari pemerintah, sehingga menyebabkan gerak yang terbatas. Berikut ini faktor internal yang menyebabkan resesi di Indonesia.

  1. Guncangan ekonomi secara tiba – tiba

Kondisi perekonomian yang tiba – tiba berputar 180 derajat terbalik, membuat masyarakat harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dari situasi genting  yang dialami negara Indonesia. Guncangan ekonomi yang terjadi merupakan dampak dari menyebarnya virus corona. Tidak hanya di Indonesia, semua warga di dunia juga merasakan perubahan keadaan ekonomi yang drastis semenjak virus covid 19 menyebar luas ke seluruh dunia. 


  1. Hutang negara yang berlebihan

Tagihan hutang yang membengkak hingga kesulitan untuk melunasi, akan berdampak buruk bagi suatu negara yang berujung resesi. Pasalnya dengan membagi pendapatan anggaran untuk pembangunan negara yang harus terus berjalan, serta hutang negara yang terus membludak dan harus dilunasi. Secara perlahan akan terjadi resesi yang akan membuat perekonomian semakin memburuk.


  1. Inflasi berlebihan

Inflasi merupakan kondisi harga yang stabil dan selalu naik seiring dengan berjalannya waktu. Inflasi sendiri bisa memberikan dampak negatif bagi masyarakat, dengan berlakunya inflasi maka harga pasaran akan naik, namun dengan pendapatan yang tetap. Inflasi akan mengganggu kestabilan ekonomi dalam bertahap, karena naiknya harga dari wak tu ke waktu. Inflasi yang berlebihan akan menyebabkan resesi pada perekonomian suatu negara.

  1. Deflasi berlebihan

Kebalikan dari inflasi, deflasi merupakan kondisi harga yang stabil namun selalu menurun sejalan dengan waktu. Dapat dipastikan dampak deflasi akan buruk bagi masyarakat, karena dengan harga yang tiba – tiba turun akan merugikan bagi para pedagang. Menjual barang dagangan dengan harga murah, namun penghasilan yang hanya sedikit. Deflasi yang terus di biarkan secara bertahap akan berdampak pada resesi ekonomi di Indonesia.


  1. Perubahan teknologi

Perkembangan yang pesat suatu teknologi juga dapat memicu bencana resesi. Banyak sekali dampak positif yang didapatkan dari berkembangnya teknologi, termasuk dalam bisnis dan perekonomian masyarakat. Namun penggunaan teknologi yang terlalu berlebihan, sehingga menurunya tenaga manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu pekerjaan akan berdampak buruk yang berujung pada resesi.


  1. Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang

Keseimbangan antara konsumsi dan produksi merupakan faktor penting yang dapat membuat perekonomian terus berjalan. Produksi barang yang berlebihan dan kurangnya minat konsumen akan mengakibatkan menumpuknya stok barang. Sedangkan produksi yang kurang dari permintaan konsumen akan menyebabkan kebutuhan yang tidak tercukupi, sehingga melakukan impor besar- bersaran, yang berakibat menurunya pendapatan dan anggaran.


BACA JUGA : Rencana Menteri Perdagangan Mengimpor Beras Tidak Sesuai Dengan Visi Berdikari Jokowi


  1. Tingginya jumlah pengangguran

Perusahaan yang mempekerjakan karyawan untuk menjalankan industri, dan karyawan mendapatkan upah atas pekerjaan mereka. keberlangsungan hubungan kerja merupakan faktor penting yang mendongkrak tingkat perekonomian. Namun jika lapangan pekerjaan yang sangat terbatas maka akan membludaknya jumlah pengangguran, yang mengakibatkan rendahnya tingkat perekonomian.

Dan itulah 7 faktor internal yang menyebabkan resesi. Resesi dapat dihindari dengan meningkatkan kesadaran diri serta mengikuti kebijakan dan anjuran pemerintah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *